| Ground Breaking Jalan Tol Cikampek-Palimanan |
|
|
|
| Written by Danial |
| Friday, 20 July 2012 06:06 |
![]() Mampukah Rampung Dalam 30 Bulan Ke Depan? Membangun jalan tol saat ini rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi para investornya. Karena, begitu dilakukan ground breaking atau launching atau bahasa Malaysia-nya pecah tanah, tidak segera dibangun fisiknya. Bisa saja persoalan internal investor belum siap dengan pembebasan tanahnya atau mungkin belum siap dengan administrasi dan faktor finansial yang mereka sediakan. Ini dibuktikan dengan kondisi yang berlangsung sekarang, dua atau tiga bulan bahkan lebih lama lagi pekerjaan fisiknya belum juga dimulai. Terlepas dari persoalan internal investor itu sendiri, kita perlu berharap pada pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan yang panjangnya mencapai 116 km. Tol terpanjang yang dibangun swasta ini sudah sebulan lalu dilakukan ground breaking dan diharapkan dalam waktu yang tak lama lagi bisa dilaksanakan pekerjaan fisiknya. Dalam ground breaking tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Djoko Kirmanto, menegaskan bahwa Ruas Jalan Tol Cikampek – Palimanan sepanjang 116 km merupakan bagian yang sangat penting dari Jalan Tol Trans Jawa yang merupakan salah satu pendukung utama distribusi penumpang, barang dan jasa dari dan menuju Jakarta dan kota-kota lain di bagian tengah serta timur Pulau Jawa. Pengusahaan Jalan Tol Cikampek – Palimanan, ujarnya, dilaksanakan oleh PT.Lintas Marga Sedaya (LMS) dengan komposisi pemegang saham adalah PLUS Expressways Berhard sebesar 55% dan PT.Baskhara Utama Sedaya sebesar 45%. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditanda-tangani pada 21 Juli 2006 dan telah diamandemen pada 27 Oktober 2011. Total investasi pembangunan Jalan Tol Cikampek – Palimanan sebesar Rp.12,56 trilyun dengan masa konsesi 35 tahun. Pendanaan tersebut berasal dari modal sendiri (30%) dan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri dan BCA. Dijelaskan, tanah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan konstruksi seluas 1.022 Ha dan telah dibebaskan seluas 952 Ha (93%). Sisa tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan pada bulan Maret 2012. Dengan terbangunnya jalan tol ini maka waktu tempuh Jakarta ke Cirebon bisa diperpendek menjadi kurang lebih 3 jam, sehingga interkoneksi Jakarta dan Cirebon menjadi lebih kuat. Pada kesempatan tersebut, ia mengajak Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan Jalan Tol dengan membantu percepatan pengadaan tanah bagi proyek jalan tol yang ada di Provinsi Jawa Barat sehingga pem-bangunan jalan tol ini dapat diselesai-kan tepat waktu dan tepat biaya. Kenaikan biaya tanah yang berlebihan dan berlarut–larutnya pelaksanaan pengadaan tanah dapat menurunkan kelayakan investasi jalan tol yang mengakibatkan pembangun-an jalan tol tertunda atau bahkan tidak terbangun. Dalam launching tersebut, menteri yakin bahwa Pembangunan Jalan Tol Cikampek– Palimanan akan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Barat dan mendukung pertumbuhan kawasan. Menurut rencana proyek pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan ini akan dilaksanakan dalam paket 1 sepanjang 26 km yang terbagi dalam paket 1A sepanjang 10 km dan pake 1B sepanjang 15,7 km. Sedangkan paket 2 sepanjang 12km, paket 3 sepanjang 28,5 km, paket 4 sepanjang 21 km, paket 5 sepajang 15,5 km erta paket 6 13,754 km yang terbagi dalam 6A sepanjang 9 km dan paket 6B sepanjang 4,754 km. Jalan tol ini akan membentang melintasi 5 kabupaten yaitu Purwakarta, Subang, Majalengka, Indramayu dan Cirebon. Secara teknis jalan tol ini didesain dengan rencana kecepatan 120 km/jam dan 100 km/jam. Jumlah lajur badan jalan 2 x 3 lajur dan jumlah lajur perkerasan 2 x 2 lajur. Jumlah konstruksi struktur 2x 3 lajur dan jumlah simpang susun sebanyak 7 unit dan underpass sebanyak 30 unit. Sementara jumlah box culvert sebanyak 186 unit dan jembatan penyeberangan sebanyak 17 unit. Konstruksi perkerasan jalan tol dari rigid pavement dan flexible pavement. Sarana lainnya dibuat tempat istirahat dan pelayanan tipe A sejumlah 4 unit dan tipe B sebanyak 4 unit. Sementara itu, untuk jadwal pengadaan lahan konon akan diselesaikan pada Desember 2011. Untuk masa konstruksinya dipatok 30 bulan dan jadwal operasinya dimulai pada 2014 dengan sistem tertutup. Bersyukur dapat terwujud Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Muhammad Fadhil Abdul Hamid, merasa bersyukur pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan segera dilaksanakan. “Merupakan kehormatan dan kegembiraan bagi kami untuk menyambut kehadiran Bapak/Ibu sekalian pada acara ‘Seremoni Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Cikampek – Palimanan’, yang juga menandakan babak baru dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Barat khususnya untuk jalan tol trans jawa.” Katanya pada acara seremoni. Setelah pencanangan pem-bangunan ini, mereka akan memulai beberapa pekerjaan awal untuk persiapan konstruksi, termasuk survei topografi dan land clearing. mereka juga akan melakukan perencanaan kerja konstruksi yang merupakan tahap penting dari pembangunan jalan tol tersebut, bersama dengan kontraktor, konsultan dan project manager yang telah di tunjuk. Pekerjaan konstruksi sendiri akan dilaksanakan dalam satu periode kerja dengan pembangunan enam ruas jalan tol yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Jalan tol ini dijadwalkan untuk rampung pada bulan September 2014. Sebagai bagian dari komitmen mereka untuk menyediakan jalan tol yang ramah lingkungan bagi masyarakat, mereka berencana untuk menanamkan lebih dari 25.000 pohon sepanjang jalur jalan tol Cikampek – Palimanan. Jumlah ini meliputi 80 jenis pohon yang berbeda termasuk pohon trembesi, palem, bambu betung, kayu manis, mahoni dan masih banyak lagi. Pencanangan pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan hari ini merupakan realisasi dari komitmen dan dedikasi mereka sejak ditandatanganinya perjanjian awal konsesi di tahun 2007. Mereka pub berkomitmen untuk memberikan hasil yang terbaik demi kepentingan masyarakat indonesia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama yang erat dengan pemerintah, lembaga keuangan serta seluruh pemangku kepentingan yang terkait. “Oleh karena itu, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami me-mohon doa restu serta dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian agar pekerjaan jalan tol ini dapat dilak-sanakan secara tepat waktu dengan kualitas yang baik agar dapat bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.” Ujarnya menutup acara seremoni. Deadline 30 bulan masa konstruksi Usai ground breaking Media Trenkonstruksi berhasil mewawancarai Kepala BPJT Ir. Achmad Gani Ghazali. Dalam penjelasannya kepada Media Trenkonstruksi ia menegaskan, secara fisik jalan tol Cikampek-Palimanan sudah siap dilaksanakan. Pembebasan tanahnya kini sudah menggembirakan mencapai 95 persen. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk mengundur waktu pelaksanaan fisiknya. “Terus terang kami dari BPJT sangat mengharapkan pelaksanaan fisik tol Cikampek-Palimanan segera dilaksanakan, karena harus memenuhi waktu deadline 30 bulan sejak dilaksanakan ground breaking,” ungkapnya. Manakala waktu pelaksanaan mengalami kendala, BPJT memiliki unsur pengawas di lapangan sejauh mana proyek ini dikerjakan fisiknya. Dengan cara ini maka monitor progress lapangan makin jelas dan diharapkan memacu pihak investor untuk bekerja cepat memenuhi skedul yang ditetapkan. Waktu ada peringatan dan hingga peringatan ketiga tidak dihiraukan, alias proyek masih tidak menentu pelaksanaannya maka akan diambil tindakan yang semestinya. “Untuk memberi keluasan pada investor kami berikan surat peringatan hingga 3 kali manakala ada pelanggaran atas mundurnya waktu penyelesaian proyek. Jikalau 3 kali berturut-turut tidak diindahkan maka yang muncul berupa sanksi,” ungkapnya. (Rakhidin) |






